Istilah sehat gak harus mahal pasti sudah sering banget kan ya kita denger, sering banget juga kita lihat di iklan-iklan produk kesehatan. nah, kali ini saya coba sedikit cerita tentang "nutrifikasi"
Pertama saya mulai menyadari hidup sehat ketika berat badan saya semakin naik, ketika itu saya kelas 2 SMA. sebelumnya BB hanya sekitar 40-43, ketika saya mulai membiasakan untuk sarapan telur dan susu yang sebelumnya saya tidak pernah sarapan samasekali, 3-4 bulan baru mulai terasa BB semakin naik, saat itu meningkat normal menjadi BB ideal 45-46. saat itu saya mulai tertarik mengenai nutrisi, bagaimana bisa pola makan mempengaruhi kesehatan tubuh.
Pola makan saya sangatlah buruk, saya tidak terlalu suka nasi sejak dahulu jadi lebih sering makan snack atau junkfood. saya adalah penggemar sejati mie instan, bahkan saya lebih memilih makan mie instan mentah daripada makan nasi. sampai pada tahun 2013 berat badan saya ideal karena pola sarapan rutin yang mulai saya terapkan. pada tahun 2014 saya mengambil study food technology disalahsatu universitas negeri, saya mempelajari banyak hal tentang ilmu gizi pangan dan rasa tertarik saya akan ilmu pangan sangatlah tinggi. semenjak saat itu saya mulai kritis terhadap makanan yang saya konsumsi.

Salahsatu food tech yang sangat menarik bagi saya ialah nutrifikasi, teknologi penambahan nutrisi pada suatu produk ini dapat diaplikasikan untuk sebuah produk yang berbasis "HEALHTY", dimana produk yang sebelumnya atau sudah ada diberi tambahan nutrisi diluar bahan baku yang digunakan. teknologi ini seperti misalnya penambahan protein pada produk atau bahan baku yang dominan pati, sehingga dengan nutrifikasi protein tersebut maka nilai healthty akan diperoleh.
Produk yang dibuat dengan teknologi nutrifikasi biasanya memiliki tujuan kesehatan yang tinggi, berbanding lurus dengan arti nutrifikasi itu sendiri. misalnya pembuatan makanan low kalori bagi penderita diabetes dan snack tinggi protein yang bukan sekedar junkfood seperti produk pada postingan saya sebelumnya.
food tech memang selalu menarik untuk dipelajari dan aplikasinya sangat ditunggu bagi konsumen luas diseluruh penjuru dunia.
Pertama saya mulai menyadari hidup sehat ketika berat badan saya semakin naik, ketika itu saya kelas 2 SMA. sebelumnya BB hanya sekitar 40-43, ketika saya mulai membiasakan untuk sarapan telur dan susu yang sebelumnya saya tidak pernah sarapan samasekali, 3-4 bulan baru mulai terasa BB semakin naik, saat itu meningkat normal menjadi BB ideal 45-46. saat itu saya mulai tertarik mengenai nutrisi, bagaimana bisa pola makan mempengaruhi kesehatan tubuh.
Pola makan saya sangatlah buruk, saya tidak terlalu suka nasi sejak dahulu jadi lebih sering makan snack atau junkfood. saya adalah penggemar sejati mie instan, bahkan saya lebih memilih makan mie instan mentah daripada makan nasi. sampai pada tahun 2013 berat badan saya ideal karena pola sarapan rutin yang mulai saya terapkan. pada tahun 2014 saya mengambil study food technology disalahsatu universitas negeri, saya mempelajari banyak hal tentang ilmu gizi pangan dan rasa tertarik saya akan ilmu pangan sangatlah tinggi. semenjak saat itu saya mulai kritis terhadap makanan yang saya konsumsi.

Salahsatu food tech yang sangat menarik bagi saya ialah nutrifikasi, teknologi penambahan nutrisi pada suatu produk ini dapat diaplikasikan untuk sebuah produk yang berbasis "HEALHTY", dimana produk yang sebelumnya atau sudah ada diberi tambahan nutrisi diluar bahan baku yang digunakan. teknologi ini seperti misalnya penambahan protein pada produk atau bahan baku yang dominan pati, sehingga dengan nutrifikasi protein tersebut maka nilai healthty akan diperoleh.
Produk yang dibuat dengan teknologi nutrifikasi biasanya memiliki tujuan kesehatan yang tinggi, berbanding lurus dengan arti nutrifikasi itu sendiri. misalnya pembuatan makanan low kalori bagi penderita diabetes dan snack tinggi protein yang bukan sekedar junkfood seperti produk pada postingan saya sebelumnya.
food tech memang selalu menarik untuk dipelajari dan aplikasinya sangat ditunggu bagi konsumen luas diseluruh penjuru dunia.



