Tugas resume mata kuliah biokimia umum
MENENTUKAN
KADAR KARBOHIDRAT PADA 2gr SAMPEL SUSU
analisis karbohidrat dilakukan dalam 2 cara yaitu secara kualitatif dan
kuantitatif. Analisa kualitatif dilakukan untuk mengetahui apakah dalam sampel
susu mengandung karbohidrat atau tidak dengan menggunakan pereaksi yaitu Reagen
Luff Schoorl. Penentuan
kadar karbohidrat secara kuantitatif dilakukan melalui metode Luff-Schoorl
dengan prinsip dasarnya adalah hidrolisis karbohidrat dalam sampel susu menjadi
monosakarida yang dapat mereduksi Cu₂⁺ menjadi Cu⁺
Dalam pengujian karbohidrat dengan metode luff schrool ini pH larutan harus
diperhatikan dengan baik, karena pH yang terlalu rendah (terlalu asam) akan
menyebabkan hasil titrasi menjadi lebih tinggi dari sebenarnya, karena terjadi
reaksi oksidasi ion iodide menjadi I2. Sedangkan apabila pH terlalu
tinggi (terlalu basa), maka hasil titrasi akan menjadi lebih rendah daripada
sebenarnya, karena pada pH tinggi akan terjadi resiko kesalahan, yaitu
terjadinya reaksi I2 yang terbentuk dengan air (hidrolisis).
Setelah sampel dimasukan dalam Erlenmeyer 25 mL, kemudian ditambahkan
larutan luff schoorl sebanyak 25 mL, dan 25 mL aquadest. Kemudian panaskan
dengan pendingin tegak. Larutan luff schoorl akan bereaksi dengan sampel yang
mengandung gula pereduksi.
Campuran tersebut ditambahkan batu didih untuk mencegah terjadinya letupan
(bumping). Proses pemanasan,
diusahakan larutan mendidih dalam waktu 3 menit dan biarkan mendidih selama 10
menit, hal ini dimaksudkan agar proses reduksi berjalan sempurna, dan Cu dapat
tereduksi dalam waktu kurang lebih 10 menit. Agar tidak terjadi pengendapan
seluruh Cu3+ yang tereduksi menjadi Cu+ sehingga
tidak ada kelebihan Cu2+ yang dititrasi maka larutan harus
mendidih atau diusahakan mendidih dalam waktu 3 menit.
Campuran tersebut kemudian didinginkan dalam bak yang berisi es. Agar
pendinginan berlangsung cepat, maka pendinginan dengan es perlu dilakukan.
Setelah campuran dingin kemudian ditambahkan KI 20% sebanyak 15 mL dan H2SO4 25
ml perlahan-lahan. Penambahan larutan-larutan ini akan menimbulkan reaksi
antara kuprioksida menjadi CuSO4 dengan H2SO4,
dan CuSO4 tersebut bereaksi dengan KI.
Reaksi tersebut ditandai dengan timbulnya buih dan warna larutan menjadi
coklat. Larutan tersebut kemudian dititrasi cepat dengan menggunakan larutan
Natrium thio sulfat (Na2S2O3) 0,095 N. titrasi
cepat dilakukan untuk menghindari penguapan KI. Indikator yang dipergunakan
adalah amilum. Penambahan indicator amilum dilakukan setelah campuran mendekati
titik akhir, hal ini dilakukan karena apabila dilakukan pada awal titrasi maka
amilum dapat membungkus iod dan mengakibatkan warna titik akhir menjadi tidak
terlihat tajam. Maka diperoleh, kadar karbohidrat dalam 2gr sampel susu adalah 6,125%.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar